Hari Yodium Sedunia: Riset Asupan Yodium Balita

Peringatan Hari Pencegahan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium Sedunia yang jatuh pada tanggal 21 Oktober menyoroti kembali persoalan asupan gizi pada anak-anak. Berdasarkan data kesehatan terkini, permasalahan gizi masih ditemukan di sejumlah daerah, mulai dari tingginya defisit konsumsi yodium pada kelompok balita stunting di Malang hingga peristiwa dugaan keracunan program Makan Bergizi (MBG) yang menimpa 103 siswa SMPN 2 Cisarua dan ditanggung perawatannya oleh Pemerintah Kabupaten Bogor.

Temuan Riset Asupan Yodium Balita di Wilayah Puskesmas Malang

Penelitian yang dilakukan oleh pihak Poltekkes Kemenkes Malang menghimpun data pada kurun waktu Agustus hingga September 2024. Studi tersebut memfokuskan amatan pada 60 balita stunting dengan rentang usia 24 sampai 59 bulan yang berada di area cakupan Puskesmas Arjuno serta Puskesmas Bululawang.

Hasil telaah data tersebut memperlihatkan angka konsumsi yodium yang minim pada balita stunting. Rata-rata asupan yodium harian balita stunting di area Puskesmas Arjuno berada pada level 5,7 mikrogram per hari. Sementara itu, balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Bululawang mengonsumsi rata-rata yodium harian sebesar 34,8 mikrogram per hari.

Kondisi konsumsi tersebut menempatkan mayoritas anak yang diperiksa ke dalam kondisi kekurangan asupan. Sebanyak 96,7 persen responden balita stunting di Puskesmas Arjuno tercatat mengalami defisit asupan yodium. Di Puskesmas Bululawang, persentase anak yang tergolong dalam kategori defisit asupan yodium tersebut mencapai 90 persen.

Komitmen Global Universal Salt Iodization Sejak 1990

Upaya mengatasi persoalan defisiensi mineral mikro ini sebenarnya telah memiliki landasan kesepakatan internasional sejak puluhan tahun lalu. Dunia telah menetapkan komitmen global guna menekan gangguan akibat kekurangan yodium melalui skema Universal Salt Iodization yang disepakati pada gelaran World Summit for Children pada tahun 1990.

Kesepakatan tersebut melandasi gerakan rutin sedunia yang diperingati setiap 21 Oktober untuk terus mengingatkan pentingnya pemenuhan yodium guna mencegah gangguan kesehatan jangka panjang.

Penanganan Kasus Dugaan Keracunan Makanan di Cisarua

Di samping persoalan kecukupan mikronutrien pada balita, perhatian pada pemenuhan nutrisi anak sekolah juga mengemuka di wilayah Kabupaten Bogor. Sebanyak 103 siswa SMPN 2 Cisarua dilaporkan diduga mengalami keracunan dari pelaksanaan program Makan Bergizi (MBG).

Menanggapi kejadian tersebut, seluruh pembiayaan perawatan medis bagi para siswa yang terdampak dugaan keracunan makanan program MBG ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Bogor.

Sumber

Similar Posts