Peringatan Hari Santri Nasional di Sumbermanjing Wetan

Pelaksanaan apel peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 berlangsung di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, pada hari Kamis, 22 Oktober 2026. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala SDN 3 Kedungbanteng, Djoko Budi Santoso, S.Pd., yang hadir sebagai representasi tokoh lintas agama guna memperkuat tali persaudaraan serta kebersamaan antarumat beragama di wilayah setempat.

Kehadiran Perwakilan Lintas Agama dan PGRI

Djoko Budi Santoso, yang memeluk agama Kristen Protestan, hadir di tengah-tengah peserta apel bersama jajaran pengurus dan anggota Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Keikutsertaan perwakilan pendidik lintas keyakinan ini menjadi simbol kebersamaan dalam momentum peringatan hari bersejarah santri tersebut.

Mengenai partisipasinya, Djoko Budi Santoso menjelaskan bahwa kedatangan perwakilan PGRI Cabang Kecamatan Sumbermanjing Wetan ke agenda apel tersebut dilandasi oleh tujuan untuk memupuk dan meningkatkan rasa solidaritas. Solidaritas yang dimaksud mencakup hubungan antarsesama pemeluk agama Islam maupun relasi harmonis antarumat beragama secara keseluruhan di lingkungan masyarakat.

Situasi Kerukunan di Wilayah Sumbermanjing Wetan

Dalam kesempatan tersebut, Djoko Budi Santoso juga memberikan gambaran mengenai dinamika sosial masyarakat setempat. Berdasarkan pengamatan yang dilakukannya, Kecamatan Sumbermanjing Wetan memiliki riwayat kerukunan yang terjaga dengan baik. Ia menyatakan bahwa di daerah tersebut belum pernah terjadi gejolak atau perselisihan yang berkaitan dengan isu toleransi beragama.

Kondisi yang kondusif ini tercermin dari kerja sama dan partisipasi aktif berbagai elemen masyarakat dalam beragam kegiatan keagamaan, termasuk apel Hari Santri Nasional ke-12 yang dapat terlaksana secara tertib dengan melibatkan berbagai unsur lintas organisasi profesi dan keagamaan.

Akar Sejarah Peringatan Hari Santri Nasional

Peringatan Hari Santri Nasional itu sendiri memiliki pijakan historis yang mendalam dalam perjalanan bangsa Indonesia. Agenda tahunan ini berakar dari rekam jejak perjuangan para ulama dan santri dalam membela kemerdekaan tanah air.

Salah satu tonggak sejarah penting yang melandasi ditetapkannya peringatan ini adalah peristiwa tercetusnya Resolusi Jihad oleh kalangan ulama pada tanggal 22 Oktober 1945, yang kemudian menjadi rujukan utama bagi penyelenggaraan apel peringatan yang diadakan setiap tahunnya pada tanggal yang sama.

Baca juga

Sumber

Similar Posts