Dosen Kembangkan UAV VTOL untuk Pemodelan Jalan Raya
Dosen dari Universitas Ma Chung, Bita Parga Zen dan Mochammad Subianto, berkolaborasi dengan dosen Universitas Muhammadiyah Malang, Wahono, dalam mengembangkan inovasi teknologi pemetaan wilayah. Kolaborasi antar-akademisi ini menghasilkan sebuah prototipe pesawat nirawak berjenis Vertical Take-Off and Landing (VTOL) Fixed Wing Unmanned Aerial Vehicle (UAV) Long Range. Perangkat udara nirawak tersebut dikembangkan secara khusus untuk mendukung kebutuhan pengambilan foto udara serta pembuatan pemodelan tiga dimensi (3D) pada infrastruktur jalan raya.
Spesifikasi dan Fitur Unggulan Perangkat UAV
Prototipe VTOL Fixed Wing UAV Long Range ini memiliki kemampuan operasional yang dirancang untuk kebutuhan jarak jauh. Dari segi performa daya jelajah, pesawat nirawak ini dibekali spesifikasi durasi terbang hingga 30 menit. Selain ketahanan waktu terbang tersebut, perangkat ini memiliki radius jarak jangkauan operasional yang mampu mencapai hingga 25 kilometer dari titik kendali.
Sistem pada prototipe UAV ini mengintegrasikan sejumlah teknologi terpadu untuk memastikan operasional yang optimal. Pesawat dilengkapi kemampuan lepas landas dan mendarat secara vertikal atau Vertical Take-Off and Landing (VTOL). Di samping itu, pergerakan wahana didukung oleh sistem navigasi otomatis yang beroperasi berdasarkan panduan titik koordinat atau waypoint. Untuk mendukung perekaman visual dari udara, perangkat ini mengandalkan kamera beresolusi tinggi guna memperoleh gambar yang detail dan presisi.
Pengolahan Citra Udara Menggunakan Fotogrametri
Data hasil pemotretan udara yang dikumpulkan oleh UAV selanjutnya diproses melalui tahapan komputasi menggunakan teknologi fotogrametri. Pengolahan citra digital ini bertujuan untuk mengonversi kumpulan foto beresolusi tinggi menjadi informasi geospasial yang terukur dan akurat bagi pemodelan infrastruktur.
Hasil dari pemrosesan data berbasis fotogrametri tersebut mencakup beberapa bentuk keluaran digital. Sistem ini mampu menghasilkan model visual tiga dimensi (3D) dari jalan raya, peta foto tegak yang telah terkoreksi secara geometris atau orthophoto, hingga data ketinggian dan kontur permukaan tanah dalam bentuk Digital Terrain Model (DTM). Berbagai format data ini menjadi komponen penting dalam menyajikan representasi digital dari kondisi fisik jalan raya di lapangan.
Tujuan Pemetaan Luas dan Infrastruktur Digital
Pengembangan wahana nirawak ini memiliki sasaran strategis dalam menunjang aktivitas pemetaan wilayah secara modern. Bita Parga Zen menyatakan bahwa penciptaan teknologi VTOL Fixed Wing UAV Long Range ini ditujukan guna memberikan kemudahan dalam melakukan pemetaan area yang luas secara efisien.
Selain meningkatkan efisiensi proses pemetaan geografis, inovasi pesawat nirawak rancangan tim dosen lintas kampus ini juga ditujukan untuk memperkuat pengelolaan infrastruktur digital. Pemanfaatan data pemodelan 3D, orthophoto, dan Digital Terrain Model (DTM) yang dihasilkan dari wahana ini diharapkan dapat menjadi instrumen pendukung dalam pengelolaan dan pemantauan infrastruktur jalan raya.
