tencent

Kemenekraf dan Tencent Kembangkan Industri Game

Direktur Game Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) Luat Sihombing menghadiri agenda peluncuran laporan industri game yang diselenggarakan oleh Tencent pada perhelatan World Conference on Creative Economy (WCCE) di Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sektor permainan interaktif dan digital di dalam negeri.

Kemitraan Strategis Kemenekraf dan Tencent Selama Tiga Tahun

Dalam rangkaian acara WCCE tersebut, Kemenekraf dan Tencent secara resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU). Kesepakatan kerja sama ini memiliki masa berlaku selama tiga tahun dengan fokus utama pada pemajuan ekosistem industri game dan sektor digital secara berkelanjutan.

Kemitraan bilateral ini secara khusus diarahkan untuk mengakselerasi pembinaan dan peningkatan kapasitas talenta lokal, sekaligus mendorong pengembangan kekayaan intelektual (IP) di industri kreatif digital Indonesia.

Tantangan Pola Konsumsi dan Model Bisnis Game Domestik

Di tengah potensi pasar yang besar, Direktur Game Kemenekraf Luat Sihombing memaparkan tantangan yang dihadapi oleh para pengembang game lokal di pasar dalam negeri. Luat Sihombing menegaskan bahwa hambatan utama bagi karya anak bangsa di pasar domestik bukan berakar pada kualitas produk yang dihasilkan.

Menurutnya, tantangan mendasar berada pada perilaku belanja pemain (behavior spending) di Indonesia. Pengguna domestik tercatat memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk memilih model permainan gratis atau free-to-play dibandingkan dengan membeli game berbayar atau premium.

Potensi Nilai Tambah Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja

Peluang industri game terangkum secara rinci dalam dokumen laporan yang dirilis Tencent bersama Access Partnership. Riset dan white paper bertajuk ‘The video game industry: Unlocking the next level of economic and social development in Southeast Asia’ tersebut memetakan kontribusi ekonomi sektor game di lima negara Asia Tenggara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

Berdasarkan studi dari Access Partnership tersebut, sektor industri game di Indonesia diperkirakan mampu memberikan kontribusi nilai tambah mencapai USD 1,8 miliar, atau sekitar Rp 32,57 triliun, pada tahun 2025. Selain memberikan sumbangan nilai ekonomi, industri ini juga diproyeksikan dapat menyokong dan membuka hingga 257.400 lapangan kerja di Tanah Air pada tahun yang sama.

Sumber

Similar Posts