Komdigi dan UB Kembangkan AI untuk Program Sekolah Rakyat
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Universitas Brawijaya (UB) menggelar kegiatan Workshop 2 Artificial Intelligence Talent Factory (AITF) Batch 2. Kegiatan tersebut dilangsungkan selama dua hari berturut-turut, yakni pada tanggal 21 hingga 22 Oktober 2026, dengan mengambil lokasi di Auditorium Algoritma FILKOM UB. Penyelenggaraan workshop ini memusatkan tujuannya pada perancangan serta pengembangan berbagai solusi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence. Inovasi teknologi yang digagas dalam pertemuan ini diarahkan secara khusus untuk mendukung tingkat efektivitas pelaksanaan sekaligus memperkuat sistem pengawasan pada Program Sekolah Rakyat untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Pengembangan Solusi AI dan Doktrin Program Sekolah Rakyat
Fokus utama dari penyelenggaraan Workshop AITF Batch 2 ini adalah melahirkan solusi berbasis kecerdasan artifisial yang secara operasional mampu menunjang efektivitas serta pengawasan Program Sekolah Rakyat di tingkat SD dan SMP. Penguatan pengawasan dan efektivitas tersebut dinilai menjadi bagian vital dalam memastikan operasional program berjalan sesuai dengan sasaran yang diharapkan bagi peserta didik di kedua jenjang pendidikan dasar tersebut.
Dalam kesempatan pelaksanaan agenda tersebut, Staf Ahli Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Dr. Robben Rico, turut memberikan pandangannya terkait dengan esensi pelaksanaan Program Sekolah Rakyat. Beliau menegaskan bahwa penyelenggaraan Program Sekolah Rakyat berlandaskan pada tiga doktrin utama yang menjadi pedoman dasar. Ketiga doktrin fundamental yang dimaksud adalah memuliakan wong cilik, menjangkau yang belum terjangkau, serta memungkinkan yang tidak mungkin. Ketiga pilar doktrin ini menjadi fondasi moral dan arah tujuan agar setiap instrumen pendukung, termasuk pemanfaatan solusi kecerdasan artifisial yang sedang dirumuskan, senantiasa berpihak pada kepentingan masyarakat serta mampu mengatasi berbagai keterbatasan yang ada.
Sistem Deteksi Dini untuk Pencegahan Tiga Masalah Pendidikan
Implementasi teknologi kecerdasan artifisial yang digagas dalam workshop ini memiliki sasaran terukur pada ranah pencegahan permasalahan di lingkungan sekolah. Terkait hal tersebut, Kepala Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos), Joko Widiarto, memberikan pemaparan mengenai arah pengembangan instrumen teknologi tersebut. Beliau menjelaskan bahwa sistem deteksi dini kecerdasan artifisial diarahkan dan difokuskan secara khusus untuk mencegah munculnya tiga masalah utama dalam dunia pendidikan, yaitu perundungan, kekerasan fisik, dan intoleransi.
Dengan memfokuskan pengembangan sistem deteksi dini AI pada pencegahan perundungan, pencegahan tindak kekerasan fisik, serta pencegahan sikap intoleransi, program ini berupaya menciptakan perlindungan yang lebih responsif di lingkungan pendidikan jenjang SD dan SMP. Sistem ini dirancang agar dapat mendeteksi potensi persoalan tersebut sejak awal, sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan sebelum masalah membesar, selaras dengan fungsi pengawasan dalam Program Sekolah Rakyat.
Penerapan Responsible AI dan Sinergi Para Pemangku Kepentingan
Di samping perancangan fungsi teknologinya, perhatian besar juga diarahkan pada aspek etika, keamanan, serta tata kelola teknologi yang dihasilkan. Wakil Rektor I Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., menyatakan betapa pentingnya penerapan mitigasi risiko dalam pengembangan inovasi ini. Menurut beliau, langkah mitigasi risiko diperlukan demi menjamin bahwa luaran teknologi kecerdasan artifisial yang diciptakan benar-benar aman saat diaplikasikan dan dapat dipertanggungjawabkan secara penuh, atau mewujudkan prinsip kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab (responsible AI).
Penyelenggaraan Workshop 2 AITF Batch 2 di Auditorium Algoritma FILKOM UB ini dihadiri secara langsung oleh sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan kunci dari kedua belah pihak. Dari pihak kementerian, hadir Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Komdigi, Gunawan Hutagalung. Sementara itu, dari jajaran pimpinan fakultas tuan rumah, hadir Wakil Dekan I FILKOM UB, Sabriansyah Rizqika Akbar, bersama dengan Wakil Dekan II FILKOM UB, Gembong Edhi Setyawan. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menegaskan komitmen bersama dalam mengawal perancangan solusi kecerdasan artifisial yang aman dan bertanggung jawab untuk keberhasilan Program Sekolah Rakyat jenjang SD dan SMP.
