Pertamina Drilling Perkuat Eksplorasi Migas MNK

Pertamina Drilling menegaskan komitmen operasionalnya dalam mendukung penguatan ketahanan energi nasional melalui partisipasi aktif pada proyek eksplorasi migas nonkonvensional (MNK). Bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Pertamina Drilling telah melaksanakan kegiatan pengeboran pada sumur eksplorasi MNK Gulamo DET-1 pada tahun 2023 dan dilanjutkan dengan pengeboran sumur Kelok DET-1 pada tahun 2024. Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, menyampaikan bahwa perusahaannya siap memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi migas nonkonvensional guna memperkokoh kedaulatan dan ketahanan energi di tingkat nasional.

Pengeboran Sumur Eksplorasi MNK dengan Rig Tipe Cyber

Pelaksanaan pengeboran eksplorasi migas nonkonvensional (MNK) di sumur Gulamo DET-1 maupun sumur Kelok DET-1 dijalankan melalui kemitraan strategis antara Pertamina Drilling dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Dalam realisasi proyek tersebut, pekerjaan pengeboran sumur MNK Gulamo DET-1 dirampungkan pada tahun 2023, sementara pengeboran sumur MNK Kelok DET-1 dituntaskan pada tahun 2024.

Untuk menunjang kelancaran operasi di lapangan, Pertamina Drilling mengerahkan Rig PDSI#42.3/N1500-E. Fasilitas ini merupakan rig berteknologi tipe cyber yang memiliki kapasitas daya sebesar 1.500 horsepower (HP). Rig berkapasitas 1.500 HP tersebut difungsikan secara khusus untuk melayani kebutuhan teknis pada program pengeboran sumur MNK yang dijalankan bersama PHR. Avep Disasmita menyatakan bahwa kesiapan operasional rig dan keandalan tim Pertamina Drilling menjadi faktor utama dalam mendukung upaya eksplorasi migas nonkonvensional tersebut.

Kekuatan Armada Rig Darat dan Lepas Pantai

Di samping mengoperasikan unit untuk proyek MNK, Pertamina Drilling memiliki portofolio armada rig yang komprehensif untuk wilayah darat (onshore) dan lepas pantai (offshore). Pada segmen darat, Pertamina Drilling mengoperasikan total 58 rig onshore yang memiliki variasi rentang kapasitas tenaga mulai dari 300 HP hingga 2.000 HP. Ketersediaan puluhan rig darat dengan rentang kapasitas yang beragam ini memungkinkan penanganan berbagai macam karakteristik pengeboran di wilayah darat.

Sementara itu, untuk kebutuhan operasional di wilayah perairan, Pertamina Drilling mengoperasikan dua unit rig offshore workover yang masing-masing memiliki kapasitas daya sebesar 550 HP. Pertamina Drilling juga memperkuat jangkauan operasional lepas pantainya dengan mengoperasikan tiga unit jack-up rig. Pengoperasian ketiga jack-up rig tersebut terlaksana berkat terjalinnya kolaborasi strategis dengan ADES, yang merupakan perusahaan bertaraf internasional.

Integrasi Layanan Pendukung Melalui Skema IPM

Guna memberikan pelayanan pengeboran yang menyeluruh dan efektif, Pertamina Drilling turut mengintegrasikan seluruh layanan pendukung pengeboran atau associated drilling services. Pengelolaan associated drilling services tersebut disatukan di bawah payung skema Integrated Project Management (IPM).

Penerapan skema Integrated Project Management (IPM) ini menghubungkan seluruh rangkaian layanan pendukung pengeboran dengan operasional armada rig yang dimiliki perseroan, mulai dari 58 rig darat berkapasitas 300–2.000 HP, dua unit rig offshore workover 550 HP, tiga jack-up rig hasil kerja sama dengan ADES, hingga Rig PDSI#42.3/N1500-E tipe cyber 1.500 HP yang digunakan pada proyek sumur MNK Gulamo DET-1 dan Kelok DET-1.

Sumber

Similar Posts