Bakorwil III Gagas Malangopi Fest 2026 di Malang
Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang menggagas perhelatan Malangopi Fest 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 19 November 2026 di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang. Agenda pameran dan festival kopi ini diselenggarakan secara khusus dalam rangka memeriahkan peringatan tiga momentum daerah sekaligus, yaitu Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur, Hari Jadi ke-1266 Kabupaten Malang, serta Hari Jadi ke-25 Kota Batu.
Koordinasi Penyelenggaraan dan Usulan Juri Utama
Rencana pelaksanaan Malangopi Fest 2026 dibahas secara mendalam pada 16 Oktober 2026 dalam sebuah pertemuan antara Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar bersama Wakil Bupati Malang Dra. H. Lathifah Shohib. Diskusi antarpejabat daerah tersebut mematangkan berbagai konsep acara yang diinisiasi oleh Bakorwil III Malang dalam menyambut peringatan hari jadi provinsi dan dua pemerintah daerah di wilayah Malang Raya tersebut.
Untuk memimpin jalannya perhelatan, posisi Ketua Pelaksana Malangopi Fest 2026 dipercayakan kepada Aditya Candra. Sosok Aditya Candra sendiri merupakan pemilik dari unit usaha Wondo Kopie Kawi yang turut terlibat langsung dalam penyelenggaraan acara di Taman Krida Budaya Jawa Timur, Kota Malang.
Dalam pembahasan agenda festival pada pertemuan 16 Oktober 2026 tersebut, Wakil Bupati Malang Dra. H. Lathifah Shohib menyampaikan sebuah usulan terkait pengisian juri perlombaan. Dra. H. Lathifah Shohib mengusulkan nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk ditunjuk sebagai juri utama dalam kompetisi seduh kopi yang akan diadakan di rangkaian acara Malangopi Fest 2026.
Dinamika Pasokan Ekspor dan Wilayah Sentra Amstirdam
Selain menjadi ajang perayaan hari jadi daerah, penyelenggaraan festival ini tidak lepas dari gambaran potensi komoditas kopi lokal yang mencatatkan tingginya ketertarikan pasar mancanegara. Berdasarkan catatan data komoditas, permintaan pasar ekspor untuk produk kopi Malang sempat menembus angka hingga 45.000 ton per tahun. Namun demikian, kapasitas pasokan lokal saat ini tercatat baru mampu menyuplai sekitar 15.000 ton ke pasar.
Aktivitas perkebunan dan pemenuhan pasokan kopi di kawasan Malang bertumpu pada wilayah sentra utama yang dikenal dengan sebutan Amstirdam. Penamaan Amstirdam tersebut merupakan singkatan dari empat kecamatan penghasil kopi di Kabupaten Malang, yakni Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kecamatan Tirtoyudo, dan Kecamatan Dampit. Empat kecamatan di wilayah Amstirdam inilah yang menjadi fondasi utama produksi kopi lokal Malang.
