Kisah Muhammad Naim Membangun Bisnis di Kota Batu
Kisah perjalanan hidup serta perjuangan dalam membangun karier dan usaha yang dijalani Muhammad Naim dibagikan kepada publik melalui kanal YouTube Pecah Telur. Muhammad Naim, yang kini berstatus sebagai pengusaha di Kota Batu, memaparkan rekam jejak perjuangannya dari masa-masa awal yang penuh keterbatasan hingga berhasil membangun dan memiliki jaringan bisnis. Jaringan usaha yang dikelolanya di Kota Batu saat ini mencakup fasilitas hotel, vila, pusat oleh-oleh, serta rumah makan. Seluruh dinamika kehidupan tersebut diceritakan secara terbuka dalam tayangan YouTube Pecah Telur.
Masa Kecil dan Kemandirian Bekerja di Banyuwangi
Kemandirian Muhammad Naim dalam mencari penghasilan sendiri telah terlatih sejak usia belia saat masih berada di Banyuwangi. Ketika menempuh pendidikan sekolah dasar, tepatnya saat duduk di bangku kelas 4 atau kelas 5 SD, Muhammad Naim sudah mulai bekerja untuk mencari uang sendiri.
Aktivitas mencari nafkah di masa kecil tersebut dijalani Muhammad Naim dengan berjualan es keliling di Banyuwangi. Selain menjajakan es keliling, ia juga melakoni pekerjaan sebagai tukang sol sepatu dan sandal. Menjalankan peran sebagai tukang sol sepatu dan sandal serta penjual es keliling sejak kelas 4 atau 5 SD menjadikannya terbiasa bekerja keras secara mandiri di Banyuwangi.
Keputusan Merantau ke Malang dan Pengalaman Kerja
Fase kehidupan Muhammad Naim berlanjut saat ia memutuskan untuk keluar dari daerah asalnya di Banyuwangi. Pada tahun 1994, Muhammad Naim merantau dari Banyuwangi menuju Malang untuk melanjutkan pendidikan. Perjalanan merantau ke Malang pada tahun 1994 tersebut ditempuh dalam situasi dan kondisi ekonomi yang terbatas.
Guna menopang kehidupannya saat merantau di Malang dengan kondisi ekonomi yang terbatas, Muhammad Naim memanfaatkan ijazah SMA yang dimilikinya untuk bekerja. Hanya bermodalkan ijazah SMA tersebut, Muhammad Naim sempat bekerja sebagai sales kanvasser. Tidak hanya menjadi sales kanvasser, ia juga memanfaatkan ijazah SMA yang sama untuk bekerja di industri asuransi selama berada di Malang.
Tantangan Kerugian Usaha hingga Membangun Bisnis di Kota Batu
Dalam meniti dunia usaha, Muhammad Naim tidak lepas dari kendala berat yang merugikan secara finansial. Dalam catatan perjalanan bisnisnya, Muhammad Naim pernah mengalami peristiwa kehilangan uang proyek yang nilainya mencapai Rp1,35 miliar. Kehilangan dana proyek sebesar Rp1,35 miliar tersebut dialaminya akibat ditipu oleh rekan bisnisnya sendiri.
Kendati sempat menghadapi ujian berat kehilangan uang proyek sebesar Rp1,35 miliar karena penipuan rekan bisnis, kiprah Muhammad Naim terus berlanjut hingga berhasil menjadi pengusaha di Kota Batu. Saat ini, ia memiliki kepemilikan atas jaringan bisnis yang meliputi sektor penginapan berupa hotel dan vila, sentra pusat oleh-oleh, hingga penyediaan kuliner rumah makan di Kota Batu. Keseluruhan cerita perjuangan hidup dan bisnis Muhammad Naim tersebut didokumentasikan melalui kanal YouTube Pecah Telur.
