Ega Nur Akbar Malik Bangun Donat Si Bungsu Jadi 11 Cabang
Ega Nur Akbar Malik, berusia 25 tahun, berhasil mengembangkan usaha donat bernama Donat Si Bungsu hingga memiliki 11 cabang yang tersebar di berbagai lokasi. Usaha yang dimulai pada tahun 2017 kini mencatat omzet bulanan berkisar antara Rp200 juta hingga Rp230 juta dengan volume penjualan harian mencapai 2.000 hingga 4.000 donat. Artikel ini diterbitkan pada Senin, 26 Oktober 2026 pukul 21.30 WIB oleh reporter Andika Putra di DISWAYMALANG.ID.
Latar Belakang dan Motivasi
Sebelum memulai bisnis sendiri, Ega bekerja sebagai karyawan ritel di Bekasi selama sekitar 1,5 tahun. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman tentang pelayanan pelanggan, manajemen stok, serta dinamika pasar ritel. Motivasi utamanya datang dari perjuangan ayahnya yang ia anggap sangat besar. Ia pernah mengungkapkan, “Perjuangan Bapak saya segede itu. Jadi bikin saya tuh tambah semangat lagi. Bapak saya bisa, kenapa saya enggak bisa?” Kalimat tersebut menjadi dorongan bagi dia untuk berani memulai usaha kecil dengan modal terbatas.
Awal Mula dan Modal
Pada tahun 2017, Ega memulai usaha donat dengan modal yang sederhana, yaitu sebuah gerobak dan mesin pengaduk berkapasitas 5 kilogram. Dengan peralatan minimal itu, ia mulai memproduksi dan menjual donat secara langsung ke konsumen. Proses produksi yang dilakukan secara manual di awal berjalan memberikan fondasi keterampilan dan ketahanan bisnis sebelum ia memutuskan untuk memperluas skala usaha.
Ekspansi dan Kinerja Saat Ini
Dari titik awal yang minim, Donat Si Bungsu berkembang menjadi jaringan yang mencakup 11 cabang. Pertumbuhan tersebut didukung oleh strategi produk dan pemasaran yang konsisten, sehingga omzet bulanan stabil di kisaran Rp200 juta sampai Rp230 juta. Penjualan harian pun berfluktuasi antara 2.000 dan 4.000 unit donat, mencerminkan permintaan pasar yang terus berlanjut. Kinerja ini menunjukkan bahwa usaha yang dimulai dari gerobak dapat berkembang menjadi bisnis skala menengah yang signifikan.
